Search

Senin, 27 April 2015

Sukses

Assalaamu'alaykum warahmah, semoga kita senantiasa  sehat lahir bathin dan diberi kemurahan rejeki serta jangan lupa tuk berbagi. Seiring do’a saya diatas saya ingin berbagi cerita seperti dibawah ini :
Sukses
Dikisahkan, ada seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya tidak harmonis. Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan karyawan di perusahaannya sehingga dia harus berhenti bekerja.

Pada waktu yang senggang, dia berpikir dan mengevaluasi diri. Apa yang salah dengan hidupku? Mengapa aku gagal terus? Bagaimana caranya untuk merubah kegagalan dengan kesuksesan?

Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan pergi ke toko buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban. Setelah beberapa buku habis di baca, dia merasa tidak puas dan tidak pula menemukan jawabannya. Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu? Pasti akan lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si penulis. Maka ditemuilah si penulis buku.

Setelah menceritakan semua kegagalan yang dialaminya, dia berkata, “Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa membuat saya sukses”.

Si penulis pun menjawab, “Kalau anda membaca buku saya dengan teliti, dan menjalankan dengan nyata , tentu akan ditemukan cara-cara menuju sukses”

”Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku anda, tetapi tetap saja belum menemukan rumus sukses. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk bertanya langsung”.

Si penulis berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan kamu dengan seseorang. Biar dia yang memberitahu kamu bagaimana cara sukses dalam hidup ini”.

Dengan gembira si pria bertanya, “Dimana orang itu bisa saya temui?”

Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, “Dia ada di dalam kamar ini”.

Maka Pria itu pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar tsb, yang ada hanya sebuah cermin besar.

Lalu si Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di cermin itu adalah sang penolong yang kamu cari untuk menunjukkan bagaimana caranya meraih sukses.

Sesungguhnya hanya kamu yang bisa menolong dirimu sendiri, tanpa kamu berani memulai dari dirimu sendiri untuk berusaha dan berjuang maka kamu tidak akan meraih sukses!”

Seketika itu juga si pemuda tersadar, “Terima kasih pak penulis. Saya akan berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk mempraktekkan teori yang telah saya dapat dan pelajari!


Sahabat,
Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari, kalau perasaan malas, tidak disiplin, bimbang, ragu2 dan lain sebagainya menguasai diri kita , tentu nasib buruklah yang kita dapat.

Sukses bukanlah teori, sebagai manusia yang telah di karuniai segenap kelebihan-kelebihan olah Tuhan, kita harus berani mengembangkan diri dan mengandalkan diri sendiri untuk berpikir, bergerak dan berjuang.

Kalau mental kemandirian telah kita miliki, dan tidak cengeng dalam menghadapi kesulitan hidup, berani belajar dalam setiap tindakan yang kita ambil . maka pasti nasib kita akan berubah dan meraih sukses yang membanggakan!

Tetap semangat dan terimakasih telah membaca....
Semoga bermanfaat dan salam terhangat selaluuuuu….

Senin, 16 Maret 2015

Mengapa Kaca Spion Mobil Bentuknya Kecil ?

Spion, piranti untuk membantu saat mengemudi mobil di jalan. Membantu melihat sisi belakang saat akan berbelok atau menyalip. Sangat penting artinya agar tak terjadi kecelakaan di jalan. Sekalipun penting, mengapa bentuknya hanya kecil saja ya ?


Kita mungkin akan mengernyitkan dahi dan berkata, "tentu saja dibuat kecil, kalau besar khan bisa mengganggu pengendara mobil lainnya..."
Ya, jawaban tersebut tidak salah. Tetapi pernahkah Anda menyadari bahwa di dalam kehidupan, masing-masing dari kita juga dibekali kaca spion yang fungsinya relatif sama dengan kaca spion mobil..

Ah aneh-aneh saja, mana ada kaca spion di dalam hidup?
Ada! kita menyebutnya, masa lalu. Itulah kaca spion yang dimiliki masing-masing orang dalam hidupnya. Bila spion dibuat untuk membantu pengendara melihat sisi belakang kendaraan, maka spion hidup kita membantu untuk melihat masa lalu..

Spion mobil dibuat kecil, karena memang untuk melihat ke belakang tak perlu sampai jauh di ujung jalan juga harus kelihatan. Yang terpenting adalah kondisi tepat di belakang kita yang dapat kita jadikan acuan bahwa jalanan sudah aman untuk kita melakukan sesuatu, entah berbelok atau menyalip..
Sayangnya, dalam hidup, kita kadang kala cenderung menggunakan spion yang terlalu lebar. Di mana, kita seringkali melihat masa lalu terlalu sering dan terlalu jauh ke belakang. Padahal, apa sih untungnya ?
Memang, kita akan dapat melakukan introspeksi, mawas diri dan memotivasi diri..Tapi sebenarnya juga tak terlalu banyak untung yang kita dapatkan saat kita terlalu sering menengok ke masa lalu, apabila kita tetap takut melangkah, ragu-ragu, dan penyesalan yang berkepanjangan..

Lantas mengapa kaca depan mobil dibuat sebesar itu saja ?
Mengapa kita tak memakai teleskop saja sekalian untuk melihat ke depan kalau-kalau ada kecelakaan atau kemacetan di jalan. Inilah yang sering terjadi pada kita. Saking traumanya akan masa lalu dan terlalu cemasnya akan masa depan, akhirnya yang kita lakukan adalah  menengok ke masa lalu terlalu sering. Kemudian berusaha mencari tahu apa yang akan terjadi di masa depan, entah dengan membaca ramalan, prediksi-prediksi atau malah pergi ke orang pintar.. Apakah kemudian kehidupan kita akan jauh lebih baik dengan melakukan hal tersebut?

Hmm... kebanyakan tidak..
Banyak yang justru semakin merasa tertekan dan tak puas dengan kehidupannya. Marah, kecewa, cemas dan takut. Akhirnya kebahagiaanpun terasa jauh, dan hidup terasa menakutkan..
Bila spion ukurannya kecil, karena memang dibuat agar kita tak terlalu jauh melihat ke belakang. Tak menyesali apa yang ada di masa lalu secara berkepanjangan, dan tak terus-terusan terbebani karena kejadian yang sudah usai. Bila kaca depan mobil tak dibuat melihat jauh ke depan, semata hanyalah agar kita tak terlalu khawatir dan cemas akan apa yang terjadi di masa depan..Tetap tawakal,beribadah dan menyandarkan segala sesuatu pada Kuasa-Nya.. Setidaknya kita cukup siap dengan menyiapkan strategi dan rencana yang baik untuk masa depan. Namun, baiknya kita menjalaninya dengan santai, tidak terlalu khawatir, dan tak terbebani masa lalu. Kita cukup bersiap saja menghadapi apa yang ada di depan, untuk kemudian beraksi dengan sigap..
Let's live for today!

( dari Inspirasi Pagi )

Ciri Orang Indonesia


 Pembaca yang budiman, berikut adalah beberapa ciri orang indonesia yang mungkin terlihat dan ada dalam pemikiran kita. Penulis memohon maaf apabila ada sebagian para pembaca yang tidak setuju dengan hal ini, mari kita ambil manfaatnya saja jika memang bisa memotivasi kita untuk bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

1. "Kalau bisa diperlambat, kenapa harus dipercepat?” 
2. "Kalau bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?”
3. “Kapan libur?” merupakan suatu pertanyaan yang sangat sering ditanyakan.
4. Anak-anak kecil lebih hafal lagu-lagu pop, rock, dan semacamnya daripada lagu-lagu wajib nasional Indonesia (bahkan lagu Indonesia Raya).
5.  Artis-artis yang sudah kurang laku, mencoba peruntungan di dunia politik.
6.  Bahasa gaul dan bahasa SMS adalah salah satu bahasa wajib.
7.  Banyak yang menuntut hak padahal mereka belum melakukan kewajiban.
8.  Berbicara dengan bahasa daerah di tengah-tengah orang yang tidak mengerti bahasa tersebut   adalah suatu kepuasan batin.
9.  Film horor selalu menjadi suatu tontonan yang ramai ditonton.
10. Hampir semua orang menyukai masakan Padang.
11.  Hukum di Indonesia sangat payah.
12.  Iklan-iklan SMS registrasi sangat mewabah di Indonesia.
13.  Jalan-jalan rusak atau berlubang rata-rata baru diperbaiki ketika akan ada pemilihan bupati, walikota, atau gubernur.
14.  Jarang orang yang mengatakan “naik bus Transjakarta”, tapi orang akan mengatakan, “naik Busway”
15.  Kalau diberhentikan oleh polisi lalu lintas langsung membuka dompet.
16.  Kata-kata yang sangat mudah diucapkan oleh orang Indonesia adalah kata “maaf” (tapi kemudian diulangi lagi).
17.  Kebiasaan orang Jakarta salah satunya adalah pergi mudik ketika mendekati Lebaran dan kemudian membawa sanak saudara lainnya dari kampung untuk ikut tinggal di Jakarta.
18.  Kebutuhan paranormal tidak akan pernah habis.
19.  Kejujuran adalah hal yang kurang populer di negeri ini.
20.  Korupsi adalah hal yang lazim (bahkan bangga bila bekerja ditempat yang “basah”)
21.  Korupsi tidak selalu identik dengan uang.
22.  Koruptor punya link yang sangat bagus sehingga tidak perlu khawatir akan tindakannya.
23.  Kuruptor masih tetap bisa tersenyum meski sudah terbukti.
24.  Liburan ke Bali berarti orang kaya.
25.  Mengerjai junior ketika ospek merupakan suatu kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi para senior.
26.  Mengucapkan janji sangatlah mudah, tapi melaksanakannya?
27.  Menjadi rombongan kampanye suatu partai adalah salah satu hobi masyarakat Indonesia.
28.  Merokok di tempat umum (bahkan dalam angkatan umum) adalah biasa dan terkesan tidak mengganggu sekitar.
29.  Metode menyontek di kalangan pelajar semakin lama semakin berkembang dan canggih.
30.  Musik dangdut sangat digemari oleh masyarakat luas.
31.  Musuh nomor satu angkutan umum adalah pengendara motor.
32.  Musuh para pengendara mobil adalah segala angkutan umum ditambah pengendara motor.
33.  Orang Indonesia adalah orang yang takut miskin.
34.  Orang Indonesia adalah orang yang tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada.
35.  Orang Indonesia akan merasa hebat bila menggunakan kata / istilah asing dalam berbagai percakapan.
36.  Orang Indonesia gemar mencaci maki dengan kata-kata kotor, seperti: A****g! B**i! T*i! Dan kata-kata kotor lainnya yang berhubungan dengan alat vital manusia.
37.  Orang Indonesia sangat menyukai junk food.
38.  Orang Indonesia selalu membuat hal sederhana menjadi hal yang rumit.
39.  Orang Indonesia selalu mengeluh, tapi tidak pernah mau bertindak.
40.  Orang Indonesia senang membuang kata-kata “jangan”, seperti JANGAN MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN, menjadi buang sampah sembarangan, JANGAN MENYONTEK, menjadi menyontek, dan sebagainya.
41.  Orang Indonesia tidak pernah mau belajar dari kesalahan dan terus mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut.
42.  Orang Indonesia tidak pernah mau mengerti dan menghargai orang lain.
43.  Pada mobil truk biasanya terdapat lukisan wanita di bagian belakang.
44.  Pengendara motor berusaha kabur ketika melakukan kesalahan.
45.  Pengendara motor selalu berusaha ada di barisan terdepan di lampu merah.
46.  Pengendara motor selalu lebih galak walaupun sebenarnya dia yang salah.
47.  Pengendara motor selalu tergesa-gesa seperti dikejar setan.
48.  Pengendara motor tidak pernah mau disalahkan.
49.  Pengendara motor tidak pernah mau mengalah.
50.  Penipuan, pembajakan, dan pemalsuan, Indonesia ahlinya!.
51.  PNS adalah salah satu pekerjaan yang diminati masyarakat Indonesia.
52.  Rasa kesukuan di Indonesia sangat kuat daripada rasa nasionalisme terhadap Indonesia sendiri.
53.  Rata-rata orang Indonesia pelit (bukan hemat).
54.  Rata-rata orang Indonesia selalu meninggikan anak-anak IPA dan menganggap remeh anak-anak IPS (padahal mayoritas anak IPA ketika kuliah nantinya memilih IPS).
55.  Rata-rata wanita Indonesia sangat senang bila mempunyai pacar orang asing (bule).
56.  Restoran, rumah makan, dan warung makan akan selalu ramai di saat waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan.
57.  Sekitar 90% tayangan stasiun televisi swasta adalah sinetron-sinetron yang tidak mendidik.
58.  Sepeda motor adalah kendaraan favorit masyarakat.
59.  Seseorang bisa jatuh pingsan ketika bertemu dengan idolanya.
60.  Tempat-tempat rekreasi selalu ramai di hari Lebaran dan Tahun Baru.
61.  Yang duduk di lembaga legislatif negara sangat gemar melakukan kegiatan studi banding di negara-negara lain.

ISYARAT

Suatu malam di sebuah rumah, seorang anak usia tiga tahun sedang bermain-main... Tiba-tiba.. "Ting...ting...ting! Ting...ting...ting!". Pikiran dan matanya menerawang ke isi rumah. Tapi, tak satu pun yang pas jadi jawaban. "Itu suara pedagang bakso keliling, Nak!" suara sang ibu menangkap kebingungan anaknya. "Kenapa ia melakukan itu, Bu?" tanya sang anak polos. Sambil senyum, ibu itu menghampiri. "Itulah isyarat. Tukang bakso cuma ingin bilang, 'Aku ada di sekitar sini!" jawab si ibu lembut.

Beberapa jam setelah itu, anak kecil tadi lagi-lagi menyimak suara asing. Kali ini berbunyi beda.. "Cring...cring....cring....cring..!"Ia melongok lewat jendela. Sebuah gerobak dengan lampu petromak tampak didorong seseorang melewati jalan depan rumahnya. Lagi-lagi,anak kecil itu bingung. Apa maksud suara itu, padahal tak sesuatu pun yang menghalangi jalan. Kenapa mesti membunyikan suara begitu..Sember lagi!". Anakku, Itu tukang sate ayam. Suara krincing itu isyarat. Ia pun cuma ingin mengatakan, "Aku ada di dekatmu! Hampirilah!" ungkap sang ibu lagi-lagi menangkap kebingungan anaknya. "Kok ibu tahu?" kilah si anak lebih serius. Tangan sang ibu membelai lembut rambut anaknya. "Nak, bukan cuma ibu yang tahu. Semua orang dewasa pun paham itu. Simak, pelajari dan pahamilah. Kelak, kamu akan tahu isyarat-isyarat itu!" ucap si ibu penuh perhatian...

Di antara kedewasaan melakoni hidup adalah kemampuan menangkap dan memahami isyarat, tanda, simbol, dan sejenisnya. Mungkin, itulah bahasa tingkat tinggi yang dianugerahi Allah buat makhluk yang bernama manusia. Begitu efesien, begitu efektif. Tak perlu berteriak, tak perlu menerabas batas-batas etika; orang bisa paham maksud si pembicara... Cukup dengan berdehem 'ehm' misalnya, orang pun paham kalau di ruang yang tampak kosong itu masih ada yang tinggal...
 
Di pentas dunia ini, alam kerap menampakkan isyarat... Gelombang laut yang tiba-tiba naik ke daratan, tanah yang bergetar kuat, cuaca yang tak lagi mau teratur, angin yang tiba-tiba mampu menerbangkan rumah, dan virus mematikan yang entah darimana sekonyong-konyong hinggap di kehidupan manusia serta seribu satu macam keajaiban dalam kehidupan...

Itulah bahasa tingkat tinggi yang cuma bisa dimengerti oleh mereka yang dewasa. Itulah isyarat Tuhan: "Aku selalu di dekatmu, kemana pun kau pergi menjauh.."
Simak dan pahamilah. Agar, kita tidak seperti anak kecil yang cuma bisa bingung dan gelisah dengan klentingan tukang bakso dan krincingan pedagang sate ayam...

( dari : inspirasi pagi )